Kamis, 04 Maret 2010

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI # (SOFTSKILL)

CONTOH SISTEM PADA TELEVISI


Televisi
adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan Roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.


Komponen

Kotak TV modern terdiri biasanya dari alat penampil, atau input frekuensi radio (RF) , dan yang paling penting sekali, penala TV yang membedakan kotak TV dari monitor yang menerima isyarat yang sudah diproses, tidak lupa juga pembesar suara. Kebanyakan peti TV juga dilengkapi terminal input tambahan untuk peranti lain seperti DVD, Konsol Permainan dan fon kepala. Terminal input yang paling kerap dijumpai termasuk RCA (untuk video komposit dan komponen), MINI-din (untuk S-Video), HDMI, SCART (Eropah) dan D-terminal (Jepun). Setengah kotak TV mewah dilengkapi port Ethernet untuk menerima data dari Internet, seperti nilai saham, cuaca atau berita. Kebanyakan kotak TV yang dibuat sejak awal 1980-an juga dilengkapi pengesan inframerah untuk mengesan isyarat yang dihantar oleh alat jarak jauh.

Teknologi Penampil

Kotak TV masa kini menggunakan pelbagai teknologi penampil seperti CRT, LCD, plasma, DLP, dan OLED. Setengah proyektor yang dipasang penala juga dianggap sebagai televisi.

JENIS JENIS TELEVISI

-
Televisi analog

-
Televisi Digital

PRINSIP KERJA TELEVISI

Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu. Pada pesawat televisi berwarna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G(green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi.
Selain gambar, juga membawa suara ?
Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di tranmisikan bersama sinyal gambar. Penyiaran telavisi sebenarnya menyerupai suara sistem radio tetapi mencakup gambar dan suara. Sinyal suara di pancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada suatu gelombang terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama dengan sinyal gambar. Sinyal gambar termodulasi mirip dengan sistem pemancaran radio yang telah dikenal sebelumnya. Dalam kedua kasus ini, amplitudo sebuah gelombang pembawa frekuensi radio (RF) dibuat bervariasi terhadap tegangan pemodulasi.Modulasi adalah sinyal bidang frekuensi dasar (base band).
Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk meminimalisasikan atau menghindari derau (noise) dan interferensi. Sinyal suara FM dalam televisi pada dasarnya sama seperti pada penyiaran radio FM tetapi ayunan frekuensi maksimumnya bukan 75khz melainkan 25 khz.
Saluran dan Standar Pemancar Televisi
Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya disebut saluran (chenel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 mhz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran televisi komersial.
1. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.
2. VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.
3. UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.
Sebagai contoh, saluran 3 disiarkan pada 60 MHZ sampai 66 MHZ. Sinyal pembawa RF untuk gambar dan suara keduanya termasuk di dalam tiap saluran tersebut.


JENIS-JENIS SISTEM TELEVISI

Sistem pemancar televisi yang kita kenal di antaranya:
1. NTSC (National Television System Committee)
2. PAL (Phases Alternating Line)
3. SECAM (Sequential Couleur a Memorie)
4. PALB
NTSC (National Television System Committee) digunakan di Amerika Serikat, sistem PAL (Phases Alternating Line) di gunakan di Inggris, sistem SECAM (Sequential Couleur a Memorie) digunakan di Perancis. Sementara itu, Indonesia sendiri menggunakan sistem PALB. Hal yang membedakan sistem tersebut adalah format gambar, jarak frekuensi pembawa dan pembawa suara.


BAGIAN-BAGIAN TELEVISI



1. Rangkaian Catu Daya (Power Supply)

Rangkaian berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi DC yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh rangkaian. Rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih pada PCB dan daerah di dalam kotak merah. Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi (live area). Sementara itu, daerah di dalam kotak merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tegangan DC ke seluruh rangkaian TV.

2. Rangkaian Penala (tuner)

Rangkaian ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi ( penguat HF ), pencampur (mixer), dan osilator lokal.Rangkaian penala berfungsi untuk menerima sinyal masuk (gelombang TV) dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.

3. Rangkaian penguat IF (Intermediate Frequency)

Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal hingga 1.000 kali. Sinyal output yang dihasilkan penala ( tuner) merupakan sinyal yang lemah dan yang sangat tergantung pada pada sinyal pemancar, posisi penerima, dan bentang bentang alam. Rangkaian ini juga berguna untuk membuang gelombang lain yang tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pelayanan gelombang pembawa suara yang mengganggu gambar.


4. Rangkaian Detektor Video

Rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF gambar. Selain itu, rangkaian ini berfungsi pula sebagai peredam seluruh sinyal yang mengganggu karena apabila ada sinyal lain yang masuk akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar. Salah satu sinyal yang di redam adalah sinyal suara.

5. Rangkaian Penguat Video

Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yang berasal dari deteltor video sehingga dapat menjalankan layar kaca atau CRT (catode ray tube). Didalam rangkaian penguat video terdapat pula rangkaian ABL(automatic brightness level) atau pengatur kuat cahaya otomatis yang berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi dari tegangan muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.

6. Rangkaian AGC (Automatic Gain Control)

Rangkaian AGC berfungsi untuk mengatur penguatan input secara otomatis. Rangkaian ini akan menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah-ubah sehingga output yang dihasilkan menjadi konstan.

7. Rangkaian Defleksi Sinkronisasi


Rangkaian ini terdiri dari empat blok, yaitu rangkaian sinkronisasi, rangkaian defleksi vertikal, rangkaian defleksi horizontal, dan rangkaian pembangkit tegangan tinggi.

8. Rangkaian Audio

Suara yang kita dengar adalah hasil kerja dari rangkaian ini, sinyal pembawa IF suara akan dideteksi oleh modulator frekuensi (FM). Sebelumnya, sinyal ini dipisahkan dari sinyal pembawa gambar.

Senin, 22 Februari 2010

Implementasi Sistem Informasi # (SOFT SKILL 1)

SISTEM

1. DEFINISI SISTEM

Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau

elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur

adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Sedangkan untuk Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak bertentangan, yang

berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem bagian.

Ada juga para ahli yang mendefinisikan Sistem, diantaranya sebagai berikut:

• LUDWIG VON BARTALANFY

Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu

antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

• ANATOL RAPOROT

Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan

satu sama lain.

• L. ACKOF

Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang

terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu

sama lainnya.

•J ERRY FITHGERALD
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling

berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu

kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.


2. Klasifikasi Sistem


a. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)

•Sistem abstrak adalah "sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik".

(Contoh : Sistem Teologia).

•Sistem fisik adalah "sistem yang ada dan tampak secara fisik".

(Contoh : Sistem Komputer, Sistem Transportasi, Sistem Perguruan Tinggi).

b. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

•Sistem alamiah adalah "sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat manusia".

(Contoh : Sistem Tata Surya).

• Sistem buatan manusia adalah "sistem yang dirancang oleh manusia dan melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin".

(Contoh : Sistem Informasi, Sistem Komputer, Sistem Mobil, Sistem Telekomunikasi).

c. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

•Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan

(Contoh : Sistem Komputer melalui program).

• Sistem tak tentu adalah "sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas".

(Contoh : Sistem Evapotranspirasi, Sistem Serapan Hara, Sistem Fotosintesis)


3. Syarat Syarat Pada Suatu Sistem


a. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.

b. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.

c. Adanya hubungan diantara elemen sistem.

d. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari

pada elemen sistem.

e. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.


4. Karakteristik Sistem


• Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifatsifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

• Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

• Lingkungan Luar Sistem (Environments)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari
sistem.

• Penghubung (Interface) Sistem
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

• Masukan (Input) Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal
input untuk diolah menjadi informasi.

• Keluaran (Output) Sistem
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

• Pengolah (Process) Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.

• Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempnyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah, goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Bila merupakan suatu sistem utama, seperti
misalnya sistem bisnis perusahaan, maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan.

Sabtu, 02 Januari 2010

Memerangi Layar Biru atau Blue Screen

Layar biru (tampilan General Protection Fault yang terkenal itu)
adalah sisi yang paling menyebalkan dari Windows. Jika kita sering
melihat GPF, berarti PC kita memiliki dua atau lebih DLL
yang bermasalah. Berikut ini langkah demi langkah menghadapinya.

1. Uninstall program baru. Jika PC berhenti bekerja atau
mengunci setelah menginstal sebuah program
baru, uninstall program tersebut. Jika memang ini
penyebabnya, komputer biasanya akan segera normal kembali.
2. Periksalah DLL-nya. Dynamic Link Libraries adalah
program kecil yang menggunakan dan
seringkali digunakan bersama oleh aplikasiaplikasi
Windows. Pertama, cari apakah ada dua atau
lebih DLL yang sama, bandingkan versi-versi yang
ada, lalu hapuslah yang lebih lama. Caranya, dari
desktop Windows, tekan F3, yang memunculkan kotak
Find: All Files (atau kotak Search Results pada Windows).
Pastikan Include Subfolders diberitanda cek
(pada Windows : Advanced Options dan
Search Subfolders) dan field Look in menampilkan My
Computer, lalu ketikkan *.dll pada field Named. Jendela
hasil akan dipenuhi file. Sortirlah file-file tersebut
dengan memilih View-Details dan mengklik heading kolom
Name. Untuk mempermudah pencarian, pertama kali carilah
DLL yang menyebabkan sebagian besar masalah, yang
biasanya adalah file diawali dengan huruf: BWCC, CO, CTL,
MFC, MSV dan OLE. Gunakan trik “wild card” (* dan ?) dan
.dll setelah setiap set huruf tersebut.
Sebagai contoh, mengetikkan MFC*.dll akan
mencari semua DLL yang diawali dengan MFC.
3. Bandingkan dan hapuslah
duplikatnya. Untuk melakukannya, klik kanan
setiap file duplikat, pilih Properties dan klik tab
Version. Lalu bandingkan versi-versi tersebut.
Ingat! Tanggal tidaklah penting, yang penting adalah versinya.
4. Gantilah nama DLL. Jika kita mendapati DLL dengan nomor
Memerangi Layar Biru versi yang lebih rendah pada
sebuah folder aplikasi dan pada folder Windows
System, jangan hapus DLL tersebut. Sebaliknya sorotlah
file tersebut dan menekan F2 untuk mengubah nama
ekstensi file menjadi .d_l. Melakukan hal ini akan
membuat versi lama tersebut tetap ada tetapi
tidak bisa dijalankan dan memaksa program mencari
DLL yang benar ke folder System.
Setelah mengubah setiap nama DLL semacam ini, reboot PC.
Jika tidak ada masalah, ubahlah nama DLL
lama lainnya. Jika Anda ingin
menggunakan cara yang paling mudah, download-lah DLL
Checker www.vb2java.com), sebuah program shareware
yang mampu mencari dan menyorot DLL yang jumlahnya
lebih dari satu. Dengan cara ini pengubahan nama DLL bisa
dilakukan dengan cepat dan mudah.

Menyelamatkan Dokumen MS Word

Listrik di rumah Anda sering mendadak padam?...
Jangan panik. Saat Anda mengetik dokumen dengan Microsoft
Word, kemudian tiba-tiba listrik padam, atau komputer Anda tibatiba
hang, sementara Anda belum sempat menyimpan dokumen
tersebut, mungkin Anda menyangka dokumen Anda pasti hilang.
Jangan khawatir, karena sebenarnya dokumen tersebut belum
tentu hilang.
Dengan setting MS Word yang benar, dokumen Anda masih
bisa terselamatkan. Caranya, di MS Word, coba Anda klik
Tools>Options. Lalu pada menu yang muncul, pilih tab Save.
Tandai bagian Always create backup copy. Juga tandai pada
bagian Save autorecover info every: pilih waktunya sesuai
keinginan Anda, 1 atau 2 menit. Klik OK. Lakukan hal ini setiap
Anda akan mulai mengetik dengan MS Word, terutama yang sering
mengetik di rental komputer yang tidak menggunakan UPS.

Jumat, 01 Januari 2010

Menjadikan Keyboard sebagai Pengganti Mouse

Mouse merupakan alat vital bagi sebuah komputer yang
menggunakan sistem operasi yang bermoduskan GUI (Graphic user
interface). Mengapa vital? Pada sistem operasi ini pointer berfungsi
sebagai alat penuju suatu obyek aplikasi yang kita inginkan. Tanpa
mouse kita tidak bisa meng-klik sebuah icon pada desktop. Dan yang
paling menyebalkan, tanpa mouse kita tidak bisa menjalankan
aplikasi-aplikasi desain grafis yang membutuhkan gerak pointer
sebagai modus untuk membentuk suatu obyek.
Hal di atas sebenarnya bukan masalah lagi bagi pengguna
Windows, sebab kita dapat menjadikan keyboard sebagai alat untuk
menggantikan mouse sebagai penggerak pointer. Ingin tahu caranya?
cukup mudah:
1. Langkah pertama, Anda harus memastikan bahwa Accessibility
Component sudah terpasang pada Windows Anda, dengan cara
melihatnya di My Computer>Control Panel> Add/remove
program>window setup.
2. Apabila Accessibility Component telah terpasang, segera klik
Start>Setting>Control Panel>Accessibility Option.
3. Kemudian klik Mouse dan berikan tanda centang pada pilihan
Use mousekeys. Dengan ini maka pointer dapat segera kita
gerakkan dengan menggunakan num lock key:

8 = gerak ke atas
6 = gerak ke kanan
2 = gerak ke bawah
4 = gerak ke kiri
5 = untuk klick
7,9,3,1 = untuk gerak diagonal
shift = untuk memperlambat gerak pointer

Masih banyak fungsi-fungsi keyboard lainnya yang dapat Anda
reka-reka sendiri. Selamat mencoba!

Memahami Cluster pada Harddisk

Pernahkah Anda heran dengan harddisk Anda karena setelah Anda
mencoba menghitung sisa kapasitasnya dengan mengurangi
kapasitas harddisk dengan jumlah semua
ukuran file yang ada di harddisk Anda,
ternyata sisa kapasitas harddisk yang ditampilkan di
komputer lebih kecil dari hasil penghitungan tadi?

Untuk lebih mempermudah,
coba buka Windows Explorer dan lihat
property dari salah satu folder yang ada. Pada baris Size,
Anda akan melihat ada dua macam
kapasitas. Yang pertama adalah besarnya ukuran dari semua file
yang ada pada folder tersebut dalam satuan
megabytes dan byte (x,xx MB dan x,xxx,xxx bytes).
Kemudian untuk angka yang terakhir menunjukkan besarnya
kapasitas harddisk yang digunakan oleh file-file yang ada
dalam folder tersebut (x,xxx,xxx bytes used). Coba Anda
Bandingkan kedua angka tersebut. Mengapa berbeda?
Anda tidak perlu panik. Karena hal ini terjadi pada semua
harddisk komputer. Penyebab utamanya adalah sistem
penempatan file dalam harddisk yang dikenal dengan FAT (File
Allocation Table). Dan FAT menggunakan ukuran cluster
yang besar. Sebagai contoh, dalam 1 Gigabyte akan
menggunakan cluster berukuran 32KB. Berikut ini tabel ukuran
cluster pada FAT dan FAT32 dalam beberapa ukuran harddisk/ partisi:
Kapasitas Disk/ Ukuran Cluster
partisi (FAT)
128-255MB 4KB
256-511MB 8KB
512-1023MB 16KB
1-2GB 32KB
Kapasitas Disk/ Ukuran Cluster
partisi (FAT32)
Up to 260MB 512 byte
260MB - 8GB 4KB
8-16GB 8KB
16-32GB 16KB
32+ GB 32KB
Ukuran cluster adalah kelipatan terkecil dari kapasitas
harddisk yang harus digunakan oleh sebuah file. Sebagai contoh,
jika ukuran cluster adalah 32KB dan Anda menyimpan file
berukuran 24KB dalam harddisk, maka file tersebut tetap akan
menggunakan kapasitas harddisk sebesar 32KB. Begitu juga jika
Anda menyimpan file berukuran 34KB dalam harddisk, file tersebut
akan tetap menggunakan kapasitas hardisk sebesar 64KB.
Hal ini tentu akan membuang kapasitas harddisk yang
besar sekali. Sebagai gambaran misalnya Anda mempunyai harddisk
yang telah berisi 10.000 file dan setiap file anggap saja membuang
10KB kapasitas hardisk. Jadi total kapasitas harddisk
Anda yang terbuang adalah: 10.000 (file) x 10KB = 100.000KB.
Anda bisa lihat sendiri bahwa ini berarti Anda telah
kehilangan kapasitas harddisk Anda sebesar 100MB! Jadi,
ukuran cluster sangatlah penting jika menginginkan penggunaan
kapasitas hardisk yang efisien. Tapi juga perlu diingat bahwa
semakin kecil ukuran cluster, maka komputer juga akan
semakin lama dalam proses membaca harddisk. karena
semakin banyak bagian yang harus dibacanya. Semoga saja
kelak ada yang menemukan sistem penempatan file yang
dapat membuat file yang ditempatkan menjadi "SLIM"bukan "FAT".

Cloning Tanpa Ghost

Cloning harddisk pakai Ghost, itu sudah biasa.
Tapi bagaimana kalau pada suatu saat kebetulan kita harus cloning
harddisk padahal kita tidak memiliki Ghost. Ternyata ada lho, cara
yang cukup praktis untuk melakukan cloning tersebut. Malahan
sebenarnya cara ini lebih baik mengingat ada sedikit kekurangan
apabila kita menggunakan software Ghost, dimana apabila kita
pakai Ghost maka harddisk akan di-cloning berikut partisipartisinya
sekalian. Masalah timbul apabila partisi dari kedua
harddisk tidak sama jumlahnya. Misalkan kita ingin membuat
destination harddisk menjadi dua partisi sedangkan source harddisk
partisinya lebih atau kurang, maka partisi destination akan dibuat
sama dengan source harddisk. Untuk itu berikut cara lain untuk
cloning yaitu menggunakan Windows Explorer, dengan langkahlangkah:
1. FDISK destination harddisk, dan tentukan partisinya
2. Pasang destination harddisk sebagai slave
3. Format destination harddisk melalui Windows tanpa sistem
4. Restart komputer Anda lagi supaya format dikenali
5. Dari Explorer, set option View Folder ke Show All Files
6. Copy semua file dan folder, termasuk system file kecuali folder
Windows
7. Setelah selesai, buat folder Windows di destination harddisk
8. Masuk ke folder Windows di source harddisk, lalu copy semua
file dan folder kecuali file Win386.swp ke folder Windows di
destination harddisk
Setelah itu Anda berdoa saja, tetapi kalau semuanya sudah
dilakukan dengan benar maka biasanya pasti berhasil.